Langsung ke konten utama

MATERI KE 82

 PEMBAHASAN:

  • Doa Pembuka Belajar
  • Hafalan Muraja'ah Bacaan Tasyahud Awal
  • Panduan Jilid 4 Halaman 29
  • Panduan Jilid 4 Halaman 30
  • Pengetahuan Islam : Shalat Witir 
  • Doa penutup belajar

A. DOA PEMBUKAAN BELAJAR

(Wajib dibaca)


B. HAFALAN BACAAN

 TASYAHUD AWAL

                    




C. PANDUAN BELAJAR JILID 4 

1. Halaman 29

(Simak, lalu praktekkan di buku jilid)






2. Halaman 30

(Simak, lalu praktekkan di buku jilid)






       ==========≠===================

D. PENGETAHUAN ISLAM SHALAT WITIR

  
SHALAT SUNAH HAJAT

Shalat witir ialah hukumnya sunah, yakni shalat sunah yang sangat di utamakan.

Waktunya sesudah shalat isya' sampai terbit fajar, dan biasanya shalat witir itu dirangkaikan dengan shalat tarawih.

Bilangan raka'atnya 1 raka'at atau 3,5,7,9 dan 11. Kalau shalat witir itu banyak boleh dikerjakan dua raka'at satu salam, kemudian yang terakhir satu raka'at satu salam.

Jumlah sebelas raka'at itu telah cukup, pada bulan Ramadhan setelah 15 Ramadhan, disunahkan pada raka'at yang terakhir dari witir, yakni sesudah i'tidal pada raka'at terakhir, disunahkan membaca qunut, dan sesudahnya lalu selesaikanlah sampai salam. 

Adapun niat shalat witir, yaitu:  

 أُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلّٰهِ تَعَالَى 

 Ushallî sunnatan minal witri rak’atan lillahi ta’âlâ 

 Artinya, “Aku niat shalat sunnah witir satu rakaat karena Allah ta’ala.”

   أُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى  

 Ushallî sunnatan minal witri rak’ataini lillahi ta’âlâ

   Artinya, “Aku niat shalat sunnah witir dua rakaat karena Allah ta’ala.”  

 Lafal niat yang pertama diucapkan ketika hendak melakukan shalat witir satu rakaat, sedangkan lafal niat yang kedua diucapkan ketika hendak melakukan dua rakaat.



================================ 


E . DOA PENUTUP BELAJAR

    (Wajib dibaca)


📝📝📝📝📝📝📝📝📝📝📝📝📝📝


👇👇👇👇👇👇👇


*madzhab Imam Syafi'i

Referensi buku pengetahuan Islam:

Risalah tuntunan shalat lengkap, Karya Moh. Rifai, terbitan  PT Karya Toha Putra Semarang Tahun 2015.



Komentar